Real Madrid Pecat Zidane Jika Gagal Juarai Champions?

Tinggal beberapa jam saja, perhatian penggila bola di seluruh dunia akan tertuju pada NSC Olimpiyskiy Stadium di Kiev hari Minggu (27/5) dini hari WIB. Karena dua klub raksasa terbaik di tanah Eropa, Real Madrid dari Spanyol dan Liverpool dari Inggris akan saling bertempur untuk jadi yang terbaik di final Liga Champions 2017/2018.

 

Madrid jelas berhasrat untuk kembali jadi juara Champions untuk tiga tahun berturut-turut setelah di musim 2015/2016 dan 2016/2017. Namun Liverpool jelas bukan jadi musuh yang mudah bagi Madrid. Apalagi jika bicara sejarah, The Reds pernah mengalahkan Madrid di masa lalu dalam final Liga Champions 1980/1981 dengan skor tipis 1-0. Bukan tak mungkin kalau Liverpool mampu mengulang momen 37 tahun lalu itu.

 

Hanya saja gelar juara ini tampaknya jadi raihan wajib untuk pelatih Madrid, Zinedine Zidane. Menurut Paul Merson yang juga adalah mantan gelandang Arsenal, posisi Zidane saat ini tengah terancam pecat jika Madrid gagal juara Champions. Sekedar informasi, Los Blancos memang menjalani musim ini cukup buruk di liga domestik di mana kehilangan Copa del Rey dan La Liga sehingga Liga Champions adalah satu-satunya peluang terakhir Madrid meraih trofi di 2018.

 

“Zidane bisa saja meraih juara Champions tiga tahun berturut-turut dan itu jadi prestasi luar biasa. Tapi jika dia kalah, aku sangat terkejut kalau Madrid masih mempertahankannya karena memang faktanya mereka kalah jauh di belakang Barcelona. Zidane memang memberikan dua gelar Champions beruntun, tapi itu terjadi saat dia bekerja dengan para pemain kelas dunia. Champions itu cuma bonus karena di Spanyol adalah pertaruhan sesungguhnya dan penilaian haruslah di liga domestik,” ungkap Merson seperti dilansir Metro.

 

Peluang Juara Madrid – Liverpool Sama

Menanggapi laga final yang akan terjadi beberapa jam lagi, Zidane menilai kalau peluang anak asuhnya dan Liverpool sama-sama kuat yakni 50:50. Hanya saja Madrid memang cukup diunggulkan apalagi dengan materi pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo, Gareth Bale dan Karim Benzema serta status juara dua tahun beruntun. Namun keunggulan ini tak membuat Zidane meremehkan Liverpool.

 

Sebagai tim kejutan yang mampu menembus final Liga Champions, mantan gelandang timnas Prancis itu sadar jika Liverpool punya peluang mengalahkan Madrid. “Kami harus bermain baik untuk meenang di final. Di ruang ganti, kami tak merasa jadi favorit. Kerja keras dari semua pemain adalah yang dimiliki Madrid,” papar Zidane seperti dilansir ESPN.

 

Bagi Liverpool sendiri, mereka memang datang ke Kiev dengan tekanan besar karena harus melawan klub raksasa yang memiliki 12 gelar Liga Champions. Final ini adalah kali pertama bagi anak asuhan Juergen Klopp sejak Liga Champions musim 2006/2007 alias 11 tahun silam.

 

Trisula Madrid vs Trio Liverpool Siap Beradu

Final ini juga jadi ajang pembuktian ketajaman antara trisula BBC (Bale, Benzema, Cristiano) milik Madrid dan trio Firmansah (Roberto Firmino, Sadio Mane dan Mohamed Salah)milik Liverpool. Dalam BBC, hanya Ronaldo yang paling tajam dengan total 15 gol sementara Benzema dan Bale masing-masing mencetak empat gol. Sementara, Firmansah tengah on fire dengan Salah dan Firmino sama-sama membukukan 10 gol dan Mane sembilan gol. Belum lagi final ini akan jadi momen pertama BBC main bareng karena selalu terhalang cedera Benzema dan Bale.

 

Mengapa Korea Selatan Jadi Tempat Syuting Favorit Marvel?

Marvel akhirnya membeberkan alasan mereka mengapa mereka  memilih Korea Selatan sebagai tempat favorit mereka untuk syuting film-filmnya. Pengalaman produksi prediksi bola yang sangat positif lah menjadi salah satu alasan mereka.

Latar Black Panther di Korea Selatan

Chadwik Boseman mungkin menjadi karakter yang terkenal karena film Black Panther untuk penggemar-penggemar yang ada di seluruh dunia. Akan tetapi bagi Korea Selatan sendiri, sang aktor malah mendapatkan ‘gelar’ yang spesial. Gelar tersebut adalah Busan Panther.

Sejak Marvel mengakui gambar-gambar adegan laga yang mereka ambil di kota Pelabuhan Busan, warga yang ada di sekitar sana lebih sering menjuluki Boseman dengan julukan ‘sayang’ tersebut. Marvel sendiri membuat antisipasi warga Korea tentang film Black Panther yang menjulang tinggi.

Dilansir dari CNN Indonesia, pengambilan Busan sebagai latar tempatnya sudah banyak membantu film tersebut mendulang sampai meraup US$42,8 juta atau setara dengan Rp. 600 milyar di Negeri Ginseng.

“Busan merupakan lokasi yang sangat tepat dan sempurna untuk Black Panther,” ungkap sutradaranya, Ryan Coogler, yang setelah itu menyebutkan bahwa kota tersebut mengingatkannya terhadap kampung halamannya, Oakland, AS.

Syuting yang dilakukan selama 2 pekan, adegan balapan mobil Black Panther, yang dilakukan di Korea Selatan itu melibatkan 150 mobil dan juga bahkan lebih dari 700 orang. Adegan tersebut menampilkan juga pemandangan Pantai Gwangalli, Jembatan Gwangandaegyo dan juga sejumlah bangunan ikonis yang lainnya.

“Busan merupakan sebuah tempat yang penuh dengan energi, di mana arsitektur modern dan juga bangunan tradisional menciptakan harmoni yang luar biasa dengan latar sebuah pantai yang sangat menawan,” ungkap Coogler.

Pengambilan gambar ini pun menambah panjang daftar produksi Hollywood yang ada di semenanjung Korea semenjak tahun 2014 saat Avengers: Age of Ultron syuting dengan cara memblokir jalan-jalan dan juga jembatan utama yang ada di Seoul selama kurang lebih 16 hari.

Marvel dan Disney pun mendapat keuntungan potongan harga yang besarnya US $2.3 juta atau sekitar Rp. 32 milyar dari program intensif gagasan Korean Film Council (Dewan Film Korea) ditambah lagi adanya gelombang besar perhatian media yang ada di negara dengan pasar teaterikal paling besar kelima di dunia tersebut.

Marvel tidak akan berhenti di sana. Feige sudah mengatakan pada media di Korea Selatan bahwasanya ia berencana untuk meminta salah satu studionya untuk kembali lagi ke negara tersebut untuk pengambilan gambar dari film lainnya di tahun 2019 mendatang.

Lokasi Syuting Black Panther yang Wajib Jadi Tujuan Wisata

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Busan, Korea Selatan, menjadi lokasi syuting yang sangat indah. Adegan T’Challa yang mana berusaha keras menangkap musuhnya itu ada di Busan. Korea Selatan memang jadi salah satu tempat yang menawarkan banyak sekali tempat wisata misalnya selain Pantai Gwanggalli, Jembatan Gwangan dan juga Pasar Jagalchi.

Yang lainnya ada negara Amerika Serikat. Di Atlanta, tempat ini menjadi lokasi syuting yang diproduksi oleh Marvel misalnya Ant Man, Captain America: Civil War, dan Avengers: Infinity War di mana lokasinya di Pinewood.

Lokasi Syuting Black Panther yang sangat indah lainnya adalah di Air Terjun Iguazu, Argentina. Ternyata air terjun yang menjadi tempat untuk melantik Raja nyata. Air terjun itu adalah Air Terjun Iguazu yang ada di Argentina. Selain itu Black Panther juga mengambil lokasi di Zambia dan Urganda.