The Matrix 4 Sedang dalam Penggarapan?

Deskripsi singkat: Dari tahun lalu sampai dengan sekarang bocoran bahwa akan ada The Matrix 4 dari penulis naskahnya sampai sutradara John Wick 3: Parabellum.

The Matrix 4 Sedang dalam Penggarapan?

Dua puluh tahun sejak beredarnya film The Matrix yang sensasional, ternyata lanjutan keempatnya disebut-sebut sedang dalam proses penggarapan. Sang sutradara John Wick 3: Parabellum pasalnya membocorkan proyek itu.

The Matrix 4 sedang Proses Penggarapan

Dilansir dari CNN Indonesia, sang sutradara ini sedang berbincang dengan Yahoo Movies UK dan ia mengungkapkan bahwa ia sangat berbahagia karena adanya The Matrix 4. Chad Stahelski mengatakan, “Saya sangat senang Wachowskis Bersaudara tak hanya membuat film Matrix saja, mereka juga mengembangkan kesukaan kita.”

“Dan untuk mendekati level yang sudah mereka kerjakan, tak dibutuhkan lebih dari satu telepon berkata, ‘Hei, kami ingin kau jadi pemeran pengganti’ dan saya mungkin akan pergi dan tertabrak mobil,” imbuhnya yang memang sempat menjadi seorang pemeran pengganti sebelum dirinya menjadi seorang sutradara.

Faktanya adalah Stahelski adalah pengganti Keanu Reeves, aktor utama pemeran Neo yang mana menjadi pusat dari Trilogi The Matrix. Tapi ternyata ia merasa tidak pasti soal details selanjutnya soal film sci-fi yang pernah menjadi pengheboh dunia itu.

“Saya tak tahu siapa (sutradaranya). Saya sendiri tak yakin Lana (Wachowski) mengerjakannya,” ungkapnya lagi saat ditanya tentang siapa sutradara The Matrix 4.

Satu hal yang diyakininya adalah, Lana Bersaudara masih bakal tetap terlibat dalam petualangan Neo. “Ya, dan jika mereka membutuhkan bantuan dari saya, saya akan melakukan apa pun yang bisa saya kerjakan untuk membantu mereka,” kata pria 50 tahun tersebut.

The Matrix

Pada tahhun 1999, public sempat dihebohkan dengan hadirnya film The Matrix dengan segala kecangihan teknologinya. Wachowski Bersaudara pasalnya dianggap orang di balik layar yang sukses mempopulerkan visual efek yang kemudian dikenal dengan bullet time, sebuah gestur yang mana diperkenalkan Neo saat ia menghindari peluru dengan gerakan slow motion.

Seringnya muncul dalam daftar film sci-fi terbaik dunia, The Matrix Reloaded pasalnya muncul pada tahun 2003 dan kemudian disusul dengan The Matrix Revolutions hanya 6 bulan setelah itu/

Ketiga film ini pasalnya menggandeng aktor dan aktris utama yang masih sama, yaitu Keanu Reeves, Carrie-Anne Moss dan juga Laurence Fishburne. Kesuksesan trilogy tersebut kemudian membuat orang bertanya-tanya apakah The Matrix Trilogy sampai sini saja. Namun ternyata tidak, kesuksesannya berlanjut jadi franchise yang meliputi buku komik, film animasi pendek bahkan juga ke video gim.

Dan sekarang dikabarkan The Matrix akan kembali lagi menggemparkan bioskop. Zak Penn, penulis naskahnya togel singapore tahun lalu memberikan bocoran tentang kelanjutan kisah fiksi ilmiah itu. Ia membocorkannya bahwa ia sedang mengerjakan naskah filmnya. Saat mengatakannya, itu tahun 2018. Yang mana, sekarang artinya sudah dalam penggarapan. Tapi sayangnya ia saat itu menolak memberikan informasi lebih lanjut lagi karena proyek ini masih disimpannya rapat-rapat.

Penn Cuma mengatakan tentang keterlibatan proyek Matrix ini dengan Ready Player One, film yang mana juga ditulis naskahnya oleh dia. Ia menyebutkan OASIS dalam film itu memiliki kemiripan dengan dunia maya Matrix di dalam trilogy The Matrix.

Dalam Ready Player One yang berlatar di masa depan, OASIS merupakan dunia simulasi di mana manusia dapat hidup sesuai dengan kemauannya masing-masing memakai satu set gawai realitas virtual. Sedangkan The Matrix bercerita bahwa umat manusia sebetulnya dijajah mesin namun tak merasakannya karena mereka sedang terjebak dalam sebuah simulasi kehidupan yang bernama Matrix.

Ungkapan Sutradara Avengers yang Ingin Garap Film-Film DC Comics

Deskripsi singkat: Joe Russo yang sukses dengan Avengers: Endgame mengaku sangat gembira jika berkesempatan menggarap film DC Comics khususnya Batman.

Ungkapan Sutradara Avengers yang Ingin Garap Film-Film DC Comics

Bisa dikatakan film Avengers: Endgame adalah film tersukses dari Marvel. Tapi ternyata, duet sutradara Anthony dan Joe Russo ini tidak menutup kemungkinan mereka untuk menggarap film dari DC Comics. Terlepas dari perannya yang sangat penting di banyak film Marvel Cinematic Universe, dan juga fase terbaru Marvel yang dimulai setelah film Avengers: Endgame, Joe sendiri mengaku bahwa ia akan sangat gembira jika diminta mengerjakan film Batman.

Joe Gembira Jika diminta Garap Film Batman

“Waktu kecil saya mengoleksi Batman. Itu adalah salah satu karakter DC yang saya koleksi. Jadi, (film yang ingin saya sutradarai) adalah Batman,” ungkap Joe dilansir dari CNN Indonesia.

Selama bertahun-tahun lamanya dunia Batman tidak banyak mengalami perubahan dan naik turun. Di tambah lagi, belakangan ini judi togel online terjadi berbagai kebingungan dan juga sinyal yang kaitannya dengan rilisan terbaru Batman, khususnya tentang pemeran dan juga orang-orang yang bakal terlibat di belakang layar, membuat proyek itu jadi makin lambat dikerjakan.

Spekulasi akhirnya bertebaran di luar sana tentang siapakah yang akan menggantikan Ben Affleck sebagai pemeran Bruce Wayne. Di awal tahun ini, sudah tersebar berita bahwa orang yang akan menggantikan Affleck adalah Nicholas Hoult yang akan tampil dalam The Batman yang digarap oleh Matt Reeves di film mendatang.

Dengan jadwal rilisnya pada tahun 2021, sampai saat ini masih belum ada detail lebih lanjut tentang musuh atau pun materi film terbarunya. Karakter Batman yang memulai karirnya di layar TV pada tahun 1943, bisa dikatakan karakter ini cukup konsisten karena selalu hadir dengan rekannya, Robin. Sampai yang terbaru juga menuturlan soal musuh abadinya, ‘Joker’ yang juga direncakan rilis pada Oktober 2019 mendatang.

Diberitakan pada awal tahun 2019 ini, Affleck sendiri telah memastikan bahwa dirinya tidak akan kembali mengenakan kostum Batman. Ia yang merasa tersanjung mendapatkan kesempatan emas untuk jadi sang penyelamat kota Gotham dalam 3 film berturut-turut sejak tahun 2016, menyatakan bahwa ia tetap mendukung pembuatan The Batman sendiri.

Hal tersebut diungkapkannya di Twitter pribadinya di mana ia mengaku sudah tidak sabar menyaksikan The Batman dan juga menyaksikan hasil karya Matt Reeves.

Sutradara Avengers yang Sedang Berjaya

Untuk itu lah, Joe merasa bahwa setelah membuat film Marvel Avengers: Endgame ini sukses, ia sangat senang jika bisa menggarap film Batman atau film yang ada di DC Comics.

Seperti yang diketahui Bersama, film Avengers: Endgame menjadi film kedua terlaris sepanjang masa. Masa kejayaannya pun jelas belum berakhir walaupun telah diputar sejak tanggal 24 April 2019 lalu. Pasalnya, film Avengers: Endgame menurut data dari Box Office bisa menembus US$2 miliar yang mana sukses menggeser posisi Titanic sebagai posisi kedua dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa dan menjadi yang paling cepat mencapai angka itu.

Perolehan itu pasalnya dicapai di akhir pekan kedua penayangannya yaitu dari tanggal 3 sampai 5 Mei 2019. Saat ini pendapatan Avengers: Endgame sudah mencapai US$ 2,188 miliar yang mana setara dengan Rp. 31,1 Triliun. Angka ini pasalnya hanya unggul US$ 1 juta dari film drama legendaris, Titanic yang mendapatkan US$ 2, 187 miliar.

Perolehan Avengers: Endgame ini pasalnya masih mungkin sekali bertambah dan memiliki peluang untuk menduduki nomor 1 film terlaris sepanjang masa di beberapa minggu ke depan.

Lembaga Survey Tunjukkan Jumlah Golput di Pilpres 2019 Paling Rendah Sejak 2004

Deskripsi singkat: LSI menunjukkan bahwa angka golput di pilpres 2019 menurun drastic untuk pemilihan presiden namun untuk pileg malah naik.

Lembaga Survey Tunjukkan Jumlah Golput di Pilpres 2019 Paling Rendah Sejak 2004

Jumlah pemilih yang tak menggunakan hak suaranya atau mereka yang golput di Pilpres 2019 tidak sebanyak di tahun-tahun sebelumnya sejak tahun 2004. Itu lah survey yang dinyatakan oleh Lembaga survey Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Denny J.A.

Golput Terendah di Pilpres 2019

Berdasarkan data hitung cepat yang dilakukan oleh LSI dengan 100% sampel, data golput pada Pilpres 2019 mencapai 19,24%. Angka itu melawan tren golput yang mana terus menerus naik semenjak pemilihan umum pascareformasi.

Menurut data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga, tingkat golput di tahun-tahun sebelumnya jauh lebih tinggi. Misalnya saja di tahun 2004,tingkat golputnya mencapai 23,30%. Sementara di tahun 2009 tingkat golput sebanyak 27,45% dan di tahun 2014 sebanyak 30,24%.

Data golput yang datang dari sigi LSI diperoleh 100% dikurangi dengan tingkat partisipasi pemilih atau pun voters turnout pada pilpres berdasarkan pada hitung cepat yaitu sebanyak 80.76%.

Suara Kelompok-Kelompok Minoritas

Adrian Sopa, peniliti LSI, menjelaskan bahwa salah satu factor mengapa ada peningkatan partisipasi pemilih adalah mobilisasi pendukung-pendukung yang makin gencar di akhir masa kampanye yang mana kedua paslon menekankan bahwa satu suara bahkan bisa memberikan perbedaan.

Factor lain juga ternyata ada. Factor tersebut adalah meningkatnya partisipasi kelompok-kelompok minoritas non-Muslim karena gerakan 212.

Gerakan ini pasalnya menyuarakan pada kaum Muslim supaya tidak memilih pemimpin non-Muslim dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu. Tidak hanya itu, gerakan ini juga ada di balik upaya yang berhasil dilakukan untuk mengangkat Anies Baswedan dan akhirnya bisa memenjarakan Ahok yang saat itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta atas dakwaan penistaan agama.

Di periode pemilu saat ini, mayoritas simpatisan gerakan itu mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga. “Terlihat di dukungan yang ada minoritas ini ke Jokowi, namun di PA 212 atau FPI ini lebih ke Prabowo sehingga kekhawatiran dari mereka, kalau misalnya mereka pergi tanpa nyoblos dulu nanti kelompok 212 yang akan memenangkan pertarungan ini,” ungkap Adrian.

Pengaruh suara dari kelompok minoritas ini lah yang menurutnya sangat signifikan mengingat judi togel online basis mereka ini kurang lebih 10%. Sementara memang selisih perolehan suara Jokowi-Amin dan Prabow-Sandi diperkirakan 11% atau hamper 17 juta suara.

“Lebih-lebih lagi kita lihat data yang ada, hamper 80% kelompok minoritas ini dukungannya ke Jokowi. Sehingga kalau mereka tak datang (ke TPS) suara pada Jokowi akan tergerus. Memang tak sampai mengalahkan Jokowi, namun akan membuat selisihnya sangat tipis,” katanya lagi.

Hasil sigi LSI ini menunjukkan bahwa Jokowi-Ma’ruf ini menang telak di basis suara kelompok minoritas non-Muslim misalnya di Bali, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara dan juga Kalimantan Barat.

Sementara itu, Prabowo-Sandiaga menang telaj di basis suaranya mayoritas muslim yaitu Jawa Barat, Sumatra Barat, Banten, Riau, Aceh dan Nusa Tenggara Barat.

Hitung cepat LSI juga menemukan bahwa jumlah mereka yang golput di pemilihan legislative malahan jumlahnya lebih besar ketimbang di pilpresnya yaitu sebanyak 29,68%. Adiran menyebutkan bahwa ini akibat dari pemilihan legislative yang diadakan bersamaan dengan pemilihan presiden.

Menurutnya, masyarakat masih menganggap bahwa pilpres ini lebih penting dan tak terlalu memperhatikan siapa saja caleg yang bersaing. “Termasuk porsi peliputan media juga tidak terlalu banyak tentang pileg kemudian orang juga tak terlalu mengenal calon-calon legislatifnya,” pungkas Adrian.