Ungkap Satgas: Warga DIY Sampai Papua Tolak Prokes Tertinggi

Ketua bidang perubahan perilaku, tim Satgas penanganan covid 19, Sonny Harry Harmadi, ada tiga daerah di Indonesia yang memiliki tingkat penolakan protokol kesehatan paling tinggi di masyarakatnya. Dirinya menyebutkan bahwa ketiga daerah itu yaitu Papua, Jambi, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tiga warga yang ada di daerah tersebut menurutnya mempunyai kecenderungan penolakan tertinggi pada protokol kesehatan yang meliputi 3T yaitu tracking, tracing dan testing.

Papua, Jambi Dan DIY Jadi Daerah Yang Tolak Prokes Tertinggi 

“jadi memang kita sedang terus berupaya pada daerah-daerah yang ternyata kecenderungan menolaknya itu terutama di Jogja, Papua dan juga Jambi,” ungkap Sonny, dalam penjelasannya yang mana disiarkan secara langsung dari akun youtube BNPB Pada hari Kamis (19/11).

Tim Satgas menurutnya sekarang ini terus berupaya untuk melakukan edukasi togel singapore 2020 pada masyarakat terutama pada tiga daerah itu supaya lebih patuh dalam menerapkan protokol kesehatan guna menekan penyebaran virus Corona yang sekarang ini sudah di tahap sangat menghawatirkan. Menurutnya,  per Kamis (19/11), Tim Satgas mencatatkan sudah melakukan edukasi perubahan perilaku pada kurang lebih 7,8 juta warga. Edukasi itu terpantau secara digital melalui 32000 juta perubahan perilaku yang ada di bawah tim Satgas covid 19. Hasilnya adalah dari jumlah tersebut 50000 diantaranya menolak untuk menerapkan protokol kesehatan.

“dan hari ini saya lihat bahwa tadi pagi sudah 7,8 juta orang yang di edukasi dan dari 7,8 juta orang yang di edukasi itu ada 50 ribu yang menolak. Nah kalau 7 juta lebih, 50 ribu berarti nggak sampai 1%,” ungkapnya lagi.

Walaupun jumlahnya bisa dikatakan relatif sedikit, Sonny sendiri mengingatkan mereka berpotensi untuk menjadi media penularan. Akan tetapi di sisi yang lainnya Ia juga mencatatkan bahwa angka kepatuhan masyarakat untuk menggunakan masker Dan juga jaga jarak semakin meningkat.

Angka kepatuhan prokes juga meningkat

Dirinya berharap bahwa masyarakat bisa selalu konsisten untuk menerapkan protokol kesehatan karena dirinya juga masih menyadari bahwa masyarakat dalam satu titik sering sekali mengalami rasa jenuh untuk menerapkan protokol kesehatan. “ Padahal kita ini betul-betul perang ya. Perjuangan yang bisa dikatakan tanpa batas. Jadi sampai Bandung ini berakhir kita harus disiplin betul. Dan komitmennya betul-betul harus kuat.”

Sementara itu pemerintah sendiri terus mencatatkan uang zakat kasus positif virus Corona per hari Kamis (19/11) dengan penambahan kasus sebanyak 4798. Tambahan itu membuat total kasus positif virus Corona mencapai jumlah sangat banyak yaitu 483518 orang. Dan dari jumlah tersebut ada 406612 orang yang sudah berhasil sembuh Dan 15600 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Data itu pasalnya dihimpun dari Kementerian Kesehatan sampai 12.00 WIB, kemudian dibagikan kepada Satgas covid 19 pada pukul 15.11 WIB. 

Sementara itu Kepala Badan Nasional penanggulangan bencana atau BNPB Doni monardo meminta kepada seluruh pihak yang mana bertanggung jawab dalam evakuasi warga karena erupsi gunung merapi untuk bisa menyiagakan alat pemeriksaan deteksi virus Corona yaitu rapid test antigen.

Upaya tersebut pasangnya dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi penularan dan juga terciptanya klaster terbaru virus Corona di tempat pengungsian. “ Saya berharap tim dari pusat dapat melakukan koordinasi untuk bisa memberikan dukungan semaksimal mungkin yang bisa diberikan pada seluruh tempat pengungsian. Baik logistik, alat untuk melakukan rapid test antigen untuk bisa mengetahui ada atau tidaknya yang terpapar virus,” katanya Ketika memberikan arahan sebelum tactical floor game (TFG) Yogyakarta, dilangsungkan Pada hari Kamis (19/11).