Gatot, Cak Imin, Anies Masuk Bursa Bakal Cawapresnya Prabowo

Mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmayanto, dan juga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, masuk dalam kajian 15 nama yang diisukan bakal menjadi cawapres untuk mendampingi Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

“Dari beberapa nama yang sekarang hasil survey relative tinggi juga, kan, nama Pak Anies Baswedan, Gatot Nurmayanto, terus…ya, itu lah dan beberapa nama bandar togel online yang lainnya,” ungkap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Julianto ketika dihubungi kemarin Kamis (15/3).

Beberapa Nama Muncul

Ferry pun mengatakan bahwa mantan ketua MK (Mahkamah Konstitusi), Mahfud MD, dan juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, masuk juga ke dalam 15 nama itu. “Kami realistis dari hasil survey kan nama yang kuat tersebut ada Pak Gatot dengan Pak Anies,” lanjutnya. Selain itu jug, dari kalangan partai politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar dan juga Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun masuk ke dalam kajian tersebut.

“Kemungkinan nama-nama itu masuk, ya. Itu aja sih, tidak ada yang lain,” imbuhnya. Menurutnya, pada bulan April mendatang Prabowo akan dideklarasikan sebagai bakal calon presiden yang mana diusung oleh Gerindra. Akan tetapi deklarasi tersebut belum juga satu paket dengan bakal cawapresnya. “Di awal April nanti, itu adalah pernyataan sikap, jawabannya Pak Prabowo terhadap ya jawaban itu. jadi ini baru internal Gerindra, sesudah itu baru kemudian kita bicarakan, komunikasi dengan partai-partai yang lainnya,” ujarnya lagi.

Sekarang ini, ungkap Ferry, selain dengan PKS yang sudah pastu akan berkoalisi pada Pemilu 2019, Gerindra juga menjalin komunikasi intensif dengan Partai Demokrat, PKB, dan PAN.

Kata Jenderal Gatot

Sementara itu, mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmayanto, menjawab diplomatis saat dirinya ditanyai soal niatannya untuk terjun ke dunia politik setelah ia pensiun secara resmi dari TNI. Dan ia menyatakan bahwa dirinya siap untuk mengabdi kepada negara di bidang politik jika rakyat menghendaki. Namun ia tidak menyatakan secara terbuka, lugas, dan tegas soal adanya kemungkinan maju sebagai calon presiden ataupun calon wakil presiden pada Pemilu 2019.

Ia mengatakan baru bakal mengambil sikap politik terbuka sehari setelah dirinya pensiun sebagai prajurit TNI. Sekarang ini, dirinya masih berstatus menjadi prajurit aktif dan baru bakal pensiun pada tanggal 31 Maret 2018. “Kita lihat 1 April ya bagaimana nanti,” ujarnya saat ia di tayangan Mata Najwa pada hari Rabu (14/3).

Belakangan ini, nama Gatot sering sekali muncul dalam hasil survey sejumlah lembaga mengenai kandidat capres dan cawapres 2019. Hasil survey yang bisa menjadi contoh adalah hasil survey dari Alvara Research Center yang menyandingkan Gatot dengan Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB, serta Agus Harimurti Yudhoyono, Komandan Kogasma Demokrat sebagai cawapres yang mana berpotensi mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019.

Hasanudin Ali selaku pendiri Alvara Research Center mengungkapkan bahwa 3 nama tersebut mendapatkan persetujuan paling tinggi dari para responden dibandingkan nama misalnya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, atau Ketua MPR, Zulkifli Hasan dan juga Kapolri Jenderal, Tito Karnavian yang disimulasikan akan mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019.

“Tiga tokoh yang mendapatkan tingkat persetujuan paling tinggi untuk menjadi cawapres Jokowi adalah Gatot dengan presentase 61,9%, Muhamimin Iskandar (59.6%) dan AHY (55,5%),” ungkap Hasanudin di Jakarta pada hari Jumat (16/3).

Si Doel Akan dihadirkan di Layar Lebar dan Layar Kaca?

Aktor sekaligus sutradara Rano Karno mengumumkan rencana produksi Si Doel the Movie yang berkisah tentang cinta segitiga Si Doel, Sarah dan Zaenab. Di tengah-tengah proyek tersebut, ternyata ia menyiapkan rencana jangka panjang untuk kisah Si Doel ini.

Siapkan Rencana Jangka Panjang untuk si Doel

Dalam jumpa pers yang diadakan di Galeri Semesta, Lebak Bulus, pada hari Rabu (7/3), Rano Karno mengungkap bahwa setelah selesai menggarap film Si Doel the Movie, ia akan melanjutkan cerita cinta segitiga itu yang sarat akan budaya Betawi tersebut lewat Sinetron.

“Filmnya ingin menjawab dulu Si Doel ini pilih siapa. Setelah film ini, maka kami akan buat sinetronnya. Jadi set syutingnya dipersiapkan untuk jangka panjang. Ini rumahnya dibangun baru menggunakan pondasi yang kokoh, namun perabotnya asli, masih yang lama juga,” ungkapnya.

Lebih lanjut lagi, mantan wakil gubernur Banten ini membocorkan cerita yang nantinya bakal diusung ke dalam sinetron paling baru Si Doel. “TV akan baru, lalu untuk opletnya dijual dengan cara macam-macam namun ngga laku-laku karena zaman Movie Online sekarang siapa sih yang bakal naik oplet? Terus si Mandra ini nanti bakal jadi tukang ojek online tapi gagap teknologi,” ungkap aktor berusia 57 tahun ini.

Selain itu, kelanjutan dari Si Doel di dalam sinetronnya juga bakal mengusung problem yang mana dialami anak-anak generasi sekarang ini atau zaman now. Kisahnya sendiri bakal berfokus pada dua tokoh baru yaitu Reino yang berperan sebagai Abdul, anaknya Doel dan Sarah dan juga Ahmad Zulhoir sebagai Abi Kartubi, anak Karyo dan Atun.

“Jadi si Abdul ini, yang besar di Belanda, waktu datang ke sini jual kue keluar masuk kampung. Sedangkan anak Indonesia, mana mau begitu? Terus anaknya Karyo dan Atun ini, si Abi, keranjingan gim internet,” tuturnya lagi.

“Jadi benang merahnya itu, bukan saya sebagai Doel, tapi Dul yakni si Abdul, anaknya Doel. Jadi nanti kelanjutannya ya begitu. Ini juga kami gunakan untuk menyentuh millenialnya. Nantinya pun bakal ada momen si Doel vs Dul,” imbuhnya lagi.

Film Si Doel the Movie

Sementara itu, film Si Doel the Movie ini bakal memiliki fokus pada cerita 14 tahun setelah Sarah pergi tanpa kabar serta perpisahan yang tak jelas. Kondisi ini membuat Doel sangat rindu pada Sarah bahkan kerinduannya sangat dalam padahal ia telah berumah tangga dengan Zaenab.

Dan lewat Hans, Sarah akhirnya meminta Doel dibawa ke Amsterdam untuk mempertemukannya dengan anaknya dengan Doel, Dul. Tanpa dirinya tahu maksud yang sebenarnya, akhirnya ia terbang ke Amsterdam ditemani Mandra. Akhirnya kerinduannya pecah terhadap Sarah. Dan kerinduan yang pecah itu makin pecah saat Dul meminta ayahnya tetap bersama dengannya.

Namun hal itu tidak diimbangi dengan keinginan Sarah. Sarah malahan lebih menginginkan melepaskan Doel dan ia juga memintanya untuk menceraikannya secara hukum. Doel di sini merasa sangat bingung. Di satu sisi, ia tak rela melepaskan Sarah dan Abdul yang telah lama dicarinya. Akan tetapi ia juga tak bisa mengabaikan Zaenab yang sekarang menjadi istrinya dan tengah menunggunya di rumah.

Nantinya film ini akan diselimuti dengan harapan, kerinduan, keikhlasan, dan keresahan karena tiga insan ini dipermainkan oleh takdir. Dan pilihannya ada di tangan Doel. Apakah Anda sebagai penggemar sinteronnya jaman dulu penasaran dengan filmnya?