Khabib Tak Mau Bicarakan Duel dengan GSP

Pasca petarung kelas ringan, Khabib Nurmagomedov memutuskan untuk berhenti dari dunia UFC. Maka pemberitaan mengenai dirinya masih terus berlanjut. Kali ini membahas mengenai rencana duel yang akan dilaksanakan antara Khabis dengan George St- Pierre atau GSP. Namun khabib mengatakan bahwa duel semacam ini akan sulit untuk diwujudkan dan merupakan sesuatu yang mungkin tidak akan terjadi di masa depan. Khabib mengatakan juga bahwa nama GSP akan selalu menjadi motivasi dan gairah untuk bertarung, namun tidak kali ini.

Khabib Katakan Semua Telah Berakhir

Dalam sebuah wawancara bersama dengan Magomed Ismailov, Khabib mengatakan bahwa saat ini dia sedang menikmati togel keluar hari ini singapura masa masa istirahat yang selama ini dia idamkan. Meskipun GSP adalah sosok yang membuat dirinya tertarik untuk bertarung, namun ini semua adalah hal yang sudah breakhir. Dirinya sudah tidak semangat lagi untuk melakukan duel. Namun ketika namanya disandingkan dengan GSP maka dirinya berharap bisa disejajarkan dengan nama tersebut dengan tidak perlu membandingkan siapa yang paling hebat diantara keduanya.

Khabib berulang kali memuji GSP dan menganggap bahwa GSP adalah sosok yang mewakili dunia MMA. Jadi, dirinya berharap biarkan itu terjadi. Nama GSP dan Khabib Nurmagomedov tidak perlu dibandingkan dan tidak perlu dimotivasi untuk bertarung. Ada beberapa rintangan yang menjadi pemicu juga mengapa gelaran duel ini tidak bisa dilaksanakan. Yang paling utama adalah Khabib dan GSP memiliki kelas yang berbeda, ini tidak mungkin memungkinkan salah satunya untuk berpindah kelas dan menjadi sama kelasnya dengan lawan.

Sebelum pensiun, Khabib adalah petarung di kelas ringan UFC. Meskipun menjadi raja dan pemilik tahta UFC kelas tersebut, tidak mungkin bagi Khabib untuk bertanding di luar batas kelas ringan. Itu akan merugikan dirinya. Begitu juga dengan GSP. Dia pun tak mau harus turun hingga kelas batas berat kelas ringan. GSP hanya bisa bertarung di kelas Welter. Bahkan dirinya pernah menjadi pemain di kelas menengah. Jika harus bermain di kelas ringan maka akan sangat merugikan bagi George St. Pierre.

George St. Pierre Sudah 3 Tahun Pensiun

Saat ini, George St. Pierre sudah berusia 40 tahun dan sudah menjadi pemain yang pensiun selama 3 tahun. Jika duel itu benar benar terjadi maka ini akan menjadi duel yang berat, mengingat GSP mungkin tidak menjalani latihan seperti ketika dirinya masih menjadi pemain aktif. Begitu juga dengan khabib nurmagomedov, setelah menjadi pemain pensiun dan tidak melakukan porsi latihan yang biasa dilakukan. Khabib pensiun dari dunia tarung kelas ringan UFC atas permintaan dari sang ibu setelah sang ayah sudah meninggal dunia.

GPS sepertinya akan membutuhkan pemusatan latihan jangka panjang jika ingin bertarung, baik dengan Khabib ataupun dengan pemain lain. pemusatan latihan bisa dilakukan di Octagon. Namun GSP mengaku sudah menikmati hari hari pensiun sehingga tidak mau meninggalkan keluarga untuk waktu yang cukup lama. Sepertinya hal sama akan dikatkaan oleh Khabib mengingat saat ini dirinya sudah tinggal bersama sang ibu setelah memutuskan untuk tidak lagi kembali ke arena pertarungan kelas ringan UFC. Tidak ada kemungkinan terjadinya duel antara khabib nurmagomedov dengan George St. Pierre. Keduanya sudah memiliki dunia yang berbeda dan telah menikmati masa pensiun masing masing. Kalaupun ada duel besar sekelas dua bintang ini, maka itu akan dilakukan oleh petarung lain yang masih aktif dan menggantikan mereka di urutan pertama kelas masing masing. Sulit untuk mewujudkan duel yang diinginkan oleh semua penggemar Khabib dan GSP.

Mike Tyson: “Tidak Ada Yang Bisa Menjadi Saya”

Mike Tyson berkata bahwa tidak ada petinju muda manapun yang dapat menyamai dirinya dalam hal meniti karir di dunia tinju. Mike Tyson pasalnya yakin bahwa tiap petinju memiliki ciri khas dan juga karakternya masing-masing. Jadi saat dirinya ditanyain Apakah ada petinju muda yang dianggapnya sama kualitasnya seperti dirinya, dia menjawab bahwa tidak ada yang bisa menjadi seperti dirinya.

Tyson: Tiap Petinju Punya Ciri Khas dan Karakter Masing-Masing

Seperti yang kita ketahui bahwa Mike Tyson merupakan salah satu petinju paling fenomenal dan terkenal sepanjang sejarah dunia tinju. Walaupun beberapa kali dirinya memang menelan kekalahan, namanya justru tetap abadi dan terus menjadi perbincangan dari generasi ke generasi. Ketika kita berbicara tentang Mike Tyson, maka kita langsung berpikir pada tinju.

Mike Tyson sendiri berkata bahwa Tak akan ada yang dapat menjadi ‘Mike Tyson’ pada waktu yang akan datang. “ tidak ada yang bisa menjadi Mike Tyson.  Setiap orang bakal menjadi sosok yang memang sudah digariskan untuk mereka. Apapun yang mereka lakukan,”  ungkap Mike Tyson seperti dikutip dari CNN Indonesia beberapa waktu yang lalu. 

Mike Tyson menyandang status juara dunia totobet kelas termuda sepanjang sejarah dan vektor tersebut sampai saat ini belum terpecahkan. Baginya hal itu tak bisa jadi patokan Karena tiap petinju memiliki jalan dan juga tantangan karir yang berbeda-beda. “ setiap orang berbeda. Lihatlah sosok Rocky Marciano dan Larry Holmes. Mereka mungkin petinju yang baru memulai di usia 20-an atau menjelang 20-an. Dan Mereka berdua adalah 2 petinju terhebat yang pernah ada. Mereka terlambat memulai karir mereka,” katanya. 

Tyson  sempat membuat kehebohan tahun ini dikarenakan setelah memutuskan untuk bertarung di laga ekshibisi melawan Roy Jones Jr. Bahkan dirinya mampu membuat penonton Terpukau lewat penampilannya yang sangat agresif di sepanjang laga tersebut. 

Tyson dilecehkan Roy Jones Jr. 

Setelah Mike Tyson dan Roy Jones Jr menggelar pertandingan di akhir November tepatnya di staples Center, Los Angeles, Mike Tyson merasa dilecehkan oleh lawannya itu.  Duel dari mantan petinju kelas berat yang memiliki sejumlah peraturan yang telah dimodifikasi tersebut akhirnya berakhir dengan imbang. Setelah pertarungan tersebut, Jones akhirnya meremehkan kualitas dari Tyson yang dianggapnya sebagai petinju yang paling menakutkan pada kelasnya.

Dalam acara bincang-bincang dengan Shannon Sharpe pada Club Shay Shay, Jones bahwa dirinya ragu kalau Tyson bakal mengalahkannya saat keduanya dalam masa keemasan. Jones  jadi juara kelas berat di tahun 2003 setelah mengalahkan John Ruiz.  Kemenangan tersebut membuatnya jadi mantan juara kelas menengah pertama yang berhasil memenangi gelar kelas berat di 106 tahun terakhir. “Di masa jaya saya,  ya pertanyaannya adalah bisakah Tyson  melawan saya,” ujarnya  dikutip dari CNN Indonesia.

“seandainya saya melawan Mike Tyson di tahun 2003 setelah saya memenangkan gelar kelas berat, maka saya tidak melihat dari aspek apapun di dunia ini dia bisa mengalahkan saya.” 

Tak cuma menganggap bahwa Tyson  adalah petinju terbaik sepanjang masa, bahkan  Jones juga menganggap Tyson  sebagai rapper terbaik.  Sekarang setelah dirinya melawan Mike Tyson, Jones  malah ketagihan untuk bertarung lagi di ring. Pada saat itu dia akan kembali lagi ke ring dan melawan Anderson Silva, petarung UFC. 

“Ada seorang pria bernama Anderson Silva yang merupakan seniman bela diri campuran, juga seorang Legenda. Jika anda menggabungkan 2 legenda di atas ring maka orang-orang akan membayar untuk melihatnya, jadi sangat mungkin dia dan saya berkumpul dan bertarung.”