Kisah Cinta Emma Woodhouse

Penonton film dengan genre drama atau romantis direkomendasikan untuk menonton film Emma. Film ini karya sutradara Autumn de Wilde yang memiliki banyak pemeran bintang di dalamnya. Cerita cinta seorang perempuan muda bisa memberikan banyak inspirasi dan cara pandang yang berbeda dengan kisah yang lain. Anya Taylor Joy dengan sempurna memerankan Emma dan mengembangkan karakter lebih dalam, juga menggugah. Setting tahun 1800-an memberikan kesan mewah dan klasik seperti film film Eropa dengan latar sejenis.

Alur Cerita Film Emma, Gadis Hobi Menjodohkan

Film Emma menceritakan tentang kehidupan perempuan yang masih belia bernama Emma Woodhouse. Emma tinggal di Inggris pada tahun 1800-an. Kesehariannya biasa saja, namun dalam hal perangai dan perilaku, Emma tidak terlalu baik. Dia selalu ingin ikut campur urusan oranglain terutama menenai kehidupan cinta dari teman temannya. Dia memiliki sikap yang egois sehingga hanya mementingkan diri sendiri. Hal baik yang ada di dalam diri Emma adalah senang menjodohkan temannya hingga berhasil menikah.

Pada suatu hari, George seorang temannya mencoba untuk memberikan saran tentang sikap Emma yang selalu menjodohkan teman temannya. Karena Emma, George pun harus terpaksa dijodoh jodohkan dengan seorang gadis bernama Harriet. Harriet sangat menyukai Goerge sehingga dengan senang hati dijodohkan. Namun George sepertinya tidak seperti Harriet. Dia memiliki orang yang disukai sendiri, dan ternyata orang tersebut adalah Emma. Beragam drama pun dimulai dan menjadi sebuah film yang penuh gejolak.

Emma dengan latar istana dan kastin Inggris memberikan nuansa yang mewah. Diadaptasi dari novel, semua ide di dalam novel pun langsung dituangkan di dalam film dan menjadikan ema sang protagonist berada di tengah periode regensi british. Sebagai seorang yang kaya raya, ema merasa belum waktunya memiliki pasangan sedangkan keinginan untuk mencomblangi terus ada di dalam dirinya. Dari sinilah dirinya merasa sombong bahkan merasa dirinya tidak perlu lagi untuk menikah dengan siapapun.

Kisah Emma Benci jadi Cinta

Jika di dalam novel disebutkan ada banyak keluarga terpandang, kisah yang drama romantisme, serta para peayanan yang kaku, maka di dalam film Emma pun semuanya menjadi kenyataan. Meskipun penonton belum membaca novelnya, film ini bisa tetap dinikamti dan menghadirkan drama romantis yang sesekali diselingi dengan komedi yang cukup kocak. Sinematografi dan musiknya sangat apik memberikan sebuah kenyamanan dan hal istimewa selama menonton film dari awal babak hingga selesai.

Autumn de Wilde mengarahkan dengan baik bagaimana sebuah leluson mampu menghibur penonton dan memberikan banyak cekikikan yang elegan. Anya Taylor joy dan Johnny Flynn mampu mengembangkan tokoh menjadi pasangan yang keduanya bisa membuat jantung semua penonton berdegung kencang. Kisah cinta yang berawal dari benci lalu menjadi sangat romantis dinikmati dengan begitu dalam. Penonton seakan akan sedang menjadi insan situs judi slot terbaik dan terpercaya no 1 yang jatuh cinta tanpa sengaja baik kepada Emma atau pun kepada George. Sangat menggemaskan.

Anna Taylor sangat pas memerankan tokoh Emma. Matanya yang bulat membuat penonton terkesima. Johnny Flynn pun dengan suara beratnya mampu menjadi pasangan terbaik baik Emma. Jika pernah menonton film Pride & Prejudice, maka keseruan dan keanggunan film ini jauh lebih baik dari sana. Semuanya membuat penonton ingin berada di abad 18 dimana keanggunan berpakaian dan budaya Inggris sangat memorial untuk dinikmati langsung. Selamat menonton!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *