Sutradara Kirill Serebrennikov Tak Dapat Hadir di Cannes Karena ‘di Dalam Penjara’

Kabar kurang enak datang dari sutradara kondang asal Rusia, Kirill Serebrennikov yang tak bisa hadir di ajang karpet merah acara bandar poker terbaik sangat bergengsi yang digelar di Perancis, Festival Film Cannes. Meskipun filmnya yant berjudul Leto diputar di sana tahun ini, ia terpaksa tak bisa langsung menyaksikannya.

Tersandung Kasus

Sineas yang berasal dari Rusia tersebut menjadi tahanan rumah semenjak bulan Agustus 2017 lalu. Bahkan ia melakukan pascaproduksi film yang saat ini berkompetisi untuk Palme d’Or tersebut dengan status yang sama juga.

Filmnya yang berjudul Leto ini bercerita tentang legenda rock blasteran dari Uni Soviet dan Korea, Viktor Tsoi yang karya-karyanya disebut dengan lagu kebangsaan Rusia di akhir tahun 1980an.

Meskipun ia dituduh ikut dalam kasus penggelapan, Serebrennikov sampai saat ini masih menampiknya. Ia sendiri menilai bahwa kasus kontroversial yang mana membuat kalangan budayawan yang ada di Moskow sangat terkejut itu sebagai kasus yang “tidak jelas.”

Selama ini, Serebrennikov dikenal sebagai seorang sineas yang membuat revolusi teater di Rusia. Karya-karya klasik yang dulu menjadi legenda kembali diproduksi olehnya dengan sentuhan yang lebih modern serta dengan isu-isu yang lebih kekinian. Namun tak sedikit pula yang menyebutnya radikal. Pentas baler serta opera di Teater Bolshoi juga digarap oleh dirinya.

Banyak Ciptakan Karya dan Kontroversi

Serebrennikov yang berumur 48 tahun ini lahir di Rostov-on-Don, kota yang ada di sebelah selatan Rusia. Ia baru pindah ke Moskow pada tahun 2000an akan tetapi langsung terkenal dan membuat heboh publik.

Pada tahun 2012, Sergei Kapkov, Menteri Budaya Moskow menunjuk dirinya sebagai kepala sebuah teater yang dimiliki oleh negara. Lalu ia mengubah panggung teater yang dikenal sebelumnya dengan Gogol Center tersebut menjadi salah satu teater terbaik yang ada di Moskow. Tempat itu lah yang juga menjadi tempat berkumpulnya para pemikir.

Akan tetapi, pekerjaan dan karyanya di sana bukan tanpa kendala. Justru kerjanya di sana membuat emosi para kelompok konservatif tersulut. Mereka sendiri menganggap bahwa sang seniman sudah melampaui batas karena mengadaptasi teater Rusia menggunakan bahasa yang vulgar. Bahkan ia tak sungkan-sungkan mementaskan teater dengan ketelanjangan.

Dan yang tak kalah membuat para kelompok konservatif marah besar adalah ketika Serebrennikov mendapatkan lampu hijau menyutradarai pementasan tentang penari balet gay yang sangat legendaris di Rusia, Rudolph Nureyev yang pentasnya dihelat di Bolshoi.

Berdasarkan penjelasan dari sutradara pemenang Oscar, Nikita Mikhalkov, Serebrennikov semestinya tak diizinkan “menggantung alat vital Nureyev” di sebuah negara yang menganggap teater itu sangat penting.

Dan pada ujungnya adalah, Bolshoi akhirnya membatalkan pentas tersebut di detik-detik terakhir. Akan tetapi saat balet itu pada akhirnya dipentaskan, ia sendiri malahan mendapatkan standing ovation dari para penonton bahkan juga dari elite politik.

Beberapa pihak menilai bahwa tudingan pada Serebrennikov itu sebenarnya berbau ‘politis’. Hal ini dikarenakan ia sendiri juga dekat dengan penasihat Presiden Rusia, Vladimir Putin. Mengutip CNN Indonesia,  kedekatannya dengan penasihat presiden itu tak hanya memberikannya banyak uang akan tetapi kondisi yang lemah juga. “Kalau kau terlalu dekat dengan matahari, maka kau akan terbakar,” ungkap pemerhati teater kontemporer, John Freedman.

Dan benar saja, Agustus 2017 lalu Serebrennikov ditahan oleh petugas keamanan di Moskow dan pekan lalu masa hukumannya diperpanjang untuk 3 bulan sebagai tahanan rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *